Rabu, 23 November 2016

NILAI – NILAI YANG TERDAPAT PADA NOVEL THE OLD MAN AND THE SEA KARYA ERNEST HEMINGWAY



NILAI – NILAI YANG TERDAPAT PADA NOVEL

THE OLD MAN AND THE SEA KARYA ERNEST HEMINGWAY




Judul Novel                 : The Old Man and The Sea

Nama Pengarang         : Ernest Hemingway

Penerbit                       : NARASI

Tahun Terbit                : 2015

Halaman                      : 163

Penerjemah                  : Deera Army Pramana

The Old Man and the Sea adalah karya Ernest Hemingway. Ia merupakan salah satu pengarang Amerika Serikat paling terkenal sepanjang zaman. Karena novel karyanya ini telah meraih berbagai penghargaan. Diantaranya Hadiah Publitzer Prize 1953 dan Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters. Ernest juga meraih penghargaan bergengsi Hadiah Nobel Prize pada tahun 1954 berkat novel ini. Selain itu, kisah Lelaki Tua dan Laut telah berulang kali difilmkan.

The Old Man and the Sea menjadi karya yang fenomenal karena mengisahkan tentang petualangan serta perujuangan seorang tua dalam menangkap ikan besar di tengah Samudera Atlantik. Ada banyak pesan moral maupun nilai-nilai yang bisa diambil dari novel ini, berkaitan dengan persahabatan, perjuangan hidup serta kegigihan dalam bekerja.

Dengan demikian, dapat saya ambil beberapa nilai-nilai yang terkandung di dalam novel The Old Man and the Sea karya Ernest Hemingway, sebagai berikut:


1.      Nilai Moral

Nilai moral yaitu nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan akhlak/perangai atau etika pada tokoh karya sastra. Nilai moral dalam cerita bisa jadi nilai moral yang baik, bisa pula nilai moral yang buruk/jelek.

Nilai moral yang terkandung dalam novel ini yaitu, Santiago yang menghargai adanya makhluk hidup selain manusia. Dia mencintai binatang itu seperti mencintai dirinya sendiri dan dia sudah menganggapnya seperti teman. Terlihat pada kutipan di bawah ini.

“Mungkin jika aku bisa memperkuat tegangan kail sedikit saja, itu akan menyakitkannya dan ia akan melompat.” (Halaman 67)

“Tinggallah di rumahku jika kau suka, wahai burung,” katanya. “Maaf aku tak bisa menaikkan layar dan membawamu bersama embusan angin kecil yang mulai datang. Tapi aku bersama orang teman.” (Halaman 70)

Andai saja aku bisa memberi makan ikan itu, pikirnya. Dia adalah saudaraku.” (Halaman 75)

Nilai moral selanjutnya yaitu, tokoh Santiago yang memiliki sifat rendah hati. Yang tidak mau membanggakan kemampuannya. Terlihat pada kutipan di bawah ini.

Ia begitu sederhana, namun ia heran sejak kapan ia memiliki kerendahan hati seperti itu. Tapi ia tahu ia memilikinya, dan ia tahu itu bukanlah hal tercela dan takkan mengikis harga dirinya sebagai laki-laki sejati.” (halaman 16)

Dan pemancing terbaik adalah kau. Tidak. Aku kenal orang-orang yang lebih baik.” (halaman 28)

Nilai moral selanjutnya yaitu, tokoh Santiago yang mempunyai sifat pemberani. Dia pergi melaut hanya sendiri saja tanpa ditemani siapapun, walaupun sudah ada yang mau menemaninya. Terlihat pada kutipan,

Hadapi mereka,” katanya. “Aku akan melawan mereka sampai sampai aku mati.” (Halaman 149)

Kau pergilah bersama perahu yang beruntung. Dan tetaplah bersama mereka.” (halaman 12)

Nilai moral selanjutnya yaitu, tokoh lelaki tua dan bocah lelaki yang saling sayang menyayangi satu sama lain, walaupun mereka tidak ada ikatan darah.

Lelaki tua itu menatapnya dengan matanya yang terbakar mentari, namun tatapannya penuh percaya diri sekaligus rasa sayang.”(halaman 15)

Jika kau ini anakku, akan kubawa kau berlayar denganku dan akan kupertaruhkan semuanya,” katanya. “Tapi kau bukan anakku, kau punya orangtua, dan kau sangat beruntung.”(halaman 15)


2.      Nilai Keagamaan

Nilai keagamaan yaitu nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan aturan/ajaranyang bersumber dari agama tertentu.

Nilai keagamaan yang  terdapat pada novel ini yaitu, tokoh Santiago yang mempercayai tuhannya tidak akan kemana-mana. Dia percaya bahwa tuhannya akan selalu mendampinginya. Dan dia akan selalu meminta bantuan kepada tuhannya.  Terlihat pada kutipan.

Ia tak mungkin pergi,” katanya. “Kristus tahu ia tak mungkin pergi. Ia hanya berbalik arah. Mungkin ia pernah terpancing sebelumnya dan ia mengingat sebagian tentang itu.” (Halaman 52-53)

Kau merasakannya sekarang, ikan,” katanya. “Dan begitu pula aku. Tuhan tahu itu.” (halaman 70)

Tuhan bantulah aku menghilangkan kram di tanganku ini.” (halaman 75)

Aku memang tak taat agama, tapi akan aku mengucapkan sepuluh Bapa Kami dan sepuluh Salam Maria karena aku harus menangkap ikan ini. Aku berjanji akan menempuh perjalanan ibadah ke Virgin Of Cobre jika aku berhasil menangkapnya. Itu adalah janjiku.” (halaman 82)

Tuhan bantu aku untuk bisa bertahan. Aku akan merapalkan seratus Bapa Kami dan seratus Salam Maria. Tapi aku tak dapat mengucapkannya sekarang.” (halaman 111-112)


3.      Nilai Sosial

Nilai sosial yaitu nilai-nilai yang berkenaan dengan tata pergaulan antara individu dalam masyarakat pada karya sastra.

Nilai sosial yang terdapat pada novel ini yaitu,tokoh lelaki tua yang diasingkan dari masyarakat, karena menurut masyarakat lelaki tua itu merupakan salao yaitu bentuk terburuk dari ketidakberuntungan. Terlihat pada kutipan di bawah ini.

Orang tua si bocah memberitahunya bahwa lelaki tua itu sekarang telah menjadi salao, yang merupakan bentuk terburuk dari ketidakberuntungan.” (halaman 10)

Nilai sosial selanjutnya yaitu, hubungan antara tokoh lelaki tua dan bocah lelaki yang saling sayang menyayangi satu sama lain, walaupun mereka tidak ada ikatan darah.

Lelaki tua itu menatapnya dengan matanya yang terbakar mentari, namun tatapannya penuh percaya diri sekaligus rasa sayang.”(halaman 15)

Jika kau ini anakku, akan kubawa kau berlayar denganku dan akan kupertaruhkan semuanya,” katanya. “Tapi kau bukan anakku, kau punya orangtua, dan kau sangat beruntung.”(halaman 15)


4.      Nilai Pendidikan

Nilai pendidikan adalah nilai yang terdapat di dalam karya sastra dan memberikan manfaat serta dapat menambah wawasan bagi pembaca.

Nilai pendidikan yang terdapat pada novel ini yaitu, tokoh Santiago yang berhasil mendapatkan ikan yang sangat besar. Masyarakat yang telah menjauhkan diri darinya, sekarang malahan telah memujinya karena mendapatkan ikan yang sangat besar, walaupun itu hanya tinggal tulang-belulangnya saja. Jadi, jangan terlalu mudah menilai orang itu, kalau kita hanya mengetahui dari fisiknya saja. Terlihat pada kutipan,

Sungguh ikan yang luar biasa,” si penilik berkata. “Belum pernah ada ikan seperti ini.” (halaman 158)

Selanjutnya yaitu, tokoh lelaki tua yang mempunyai prinsip untuk mendapatkan kepercayaan dirinya. Terlihat pada kutipan.

Tapi lelaki tak diciptakan untuk kalah,” katanya. Seorang lelaki bisa dihancurkan tapi tidak bisa dikalahkan.” (halaman 133)

Demikianlah penjabaran saya mengenai analisis nilai – nilai yang terdapat pada novel The Old Man And The Sea karya Ernest Hemingway. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita ke depannya menjalani hidup dengan baik untuk menuju kesuksesan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar